Selasa, 10 Mei 2011

Efek tidur larut malam bagi wanita hamil



Aduh gimana yaa…kalo hati lagi ga enak, lagi kesel, aku tuh susah banget untuk tidur, mata di merem-meremin malah pegel, baca buku yang dalam kondisi biasa bisa langsung ngantuk, ini malah tambah melek. Padahal aku lagi hamil 22 minggu. Sebenernya kepikiran kasian sama baby di dalam perut, tapi gimana mata ini tak mau terpejam sedikitpun.
Tapi daripada melek ga ada guna nya, aku coba internetan aja deh, sambil cari-cari info tentang efek begadang buat bumil, mudah2an ga terlalu bahaya ya….

Menurut dr Rino Bonti Tri Hadma Shanti SpOG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Jatinegara, setiap ibu hamil (bumil) harus cukup tidur. Jumlah jam tidur bagi bumil minimal 8 jam dalam sehari.TIDUR larut malam memang tidak baik untuk kesehatan, apalagi bagi ibu hamil. Konon, ritme tidur yang tidak teratur bisa memengaruhi janin dalam kandungan dan bisa sebabkan keguguran.
“Boleh saja tidak sekaligus 8 jam, asal jumlah keseluruhan jam tidur 8 jam tidak jadi masalah. Jika terbiasa terbangun pada malam hari, kemudian siang harinya tidur lagi tidak masalah,” jelasnya, (Sumber: lifestyle.okezone.com)

Wah bahaya juga yaa..efeknya, tapi kenapa bias separah itu ya? Ini penjelasannya, Jika bumil kurang tidur, katanya, badan menjadi tidak fit dan mudah lelah. Meskipun bumil tidak merasakannya, namun secara fisik sebenarnya mengalami kelelahan. Dikhawatirkan bumil yang kurang tidur dan kelelahan, dapat mengakibatkan kontraksi rahim. Walaupun kelelahan pada bumil, bukanlah faktor utama penyebab kontraksi. Namun hal ini perlu diwaspadai.

“Bila terjadi kontraksi secara berlebihan karena kelelahan dan kurang tidur pada trimester pertama dikhawatirkan dapat menyebabkan keguguran. Sementara bila terjadi pada trimester kedua atau ketika dapat menyebabkan persalinan secara prematur,” ini menurut dr Rino Bonti Tri Hadma Shanti SpOG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Jatinegara.
Kondisi Fisik Wanita Hamil Berbeda-beda

Menurut dr Rino, kadar ambang kelelahan setiap bumil tidak sama antara satu bumil dengan bumil lainnya. Terjadinya kontraksi rahim pada masing-masing bumil pun berbeda. Misalnya bumil yang terbiasa bekerja keras, meskipun ia melakukan pekerjaan berat tidak menyebabkan kontraksi. Lain dengan bumil yang tidak terbiasa, melakukan pekerjaan ringan sekalipun bisa menyebabkan kontraksi.

“Untuk mencegah terjadinya kontraksi, baik bumil yang terbiasa berkerja berat maupun ringan sebaiknya ketika merasa lelah dan kurang tidur segeralah beristirahat,” sarannya.Walaupun seorang wanita yang terbiasa tidur larut malam karena pekerjaan, tapi usahakan saat hamil kurangi frekuensi tidur larut malam.

Asal Moms tahu, sambungnya, kurang istirahat dan tidur tidak bisa tergantikan oleh apapun. Meskipun bumil makan dan minum yang sehat, tapi kurang tidur, kurang istirahat dan kelelahan, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kontraksi.


Kontraksi karena Lelah vs Kontraksi Normal

Menurut dr Rino, kontraksi secara alamiah mulai timbul pada kehamilan trimester ketiga sebelum kehamilan cukup bulan, namun dengan frekuensi yang amat jarang (sesekali saja/tidak teratur) dan ringan. Hal ini disebut kontraksi Braxton Hicks dan tidak perlu dikhawatirkan.

Selain itu, katanya, sperma juga dapat menyebabkan kontraksi karena mengandung zat prostagladin. Zat ini dapat menyebabkan kontraksi otot rahim, sehingga menimbulkan efek mulas. Hal ini tidak berpengaruh pada janin.

“Namun bila terjadi kontraksi yang berlebihan (frekuensi sering dengan jarak waktu dekat), bila tidak segera dihentikan dapat mengakibatkan keluarnya lendir darah (yang biasa disebut flek) akibat dari pembukaan mulut rahim. Kalau didiamkan, ketuban bisa pecah dan atau terjadi kelahiran prematur. Kunci utamanya adalah harus dijaga dan mengerti serta tahu kemampuan fisik (tubuh) dan ambang lelah kita sampai di mana. Dibarengi dengan tidur cukup dan tidak kelelahan. Karena jika tidak istirahat cukup maka rahim akan kencang dan kontraksi rahim bisa berlanjut,” tukasnya.( Sumber: www.lifestyle.okezone.com)
So..masih berani tidur larut malam? ya..habis gimana ya..kalau mata belum bisa ngantuk, memang ada beberapa kondisi yang menyebabkan wanita hamil sulit tidur.
 
3 KONDISI PENYEBAB SULIT TIDUR SAAT HAMIL, DAN CARA MENGATASINYA:

1. PERUBAHAN FISIK

Rahim yang membesar terutama pada trimester ketiga membuat ibu mengalami kesulitan dengan posisi tidur. Selain itu, perut yang semakin membesar akan menekan usus ke atas sehingga mendesak diafragma, akibatnya gerak napas jadi   terbatas.Tentunya dengan adanya penambahan bobot ini akan memunculkan sederet keluhan dan rasa tak nyaman, seperti terasa sesak, pegal punggung, nyeri di bagian belakang termasuk sekitar pinggang, dan lainnya.


Belum lagi, janin yang membesar sering kali menekan kandung kemih ibu. Akibatnya, sebentar-sebentar ibu ingin buang air kecil dan ini membuatnya harus bolak-balik ke kamar mandi. Keadaan ini pun dapat membuat ibu hamil jadi sulit tidur.

CARA MENGATASI:

 



* Atur posisi tidur.

- Secara ilmu kedokteran, ibu hamil dianjurkan tidur dengan posisi miring ke kiri. Posisi ini dianggap baik untuk janin, karena rahim tidak menekan pembuluh darah besar yang dapat mengganggu aliran darah dari ibu ke janin. Asupan untuk pertumbuhan janin pun tetap berjalan baik.

- Hindari posisi tidur telentang karena dapat menghambat aliran darah dari ibu ke janin, selain membuat napas jadi sesak.

- Hindari pula posisi tidur meringkuk dan tengkurap. Posisi tidur meringkuk juga membuat berat janin menekan jaringan-jaringan di dalam rahim yang berhubungan dengan paha dan punggung. Akibatnya bisa timbul sakit di perut, pinggul, dan rasa pegal di punggung. Sedangkan tidur tengkurap tak akan mungkin bila perut semakin membesar, karena sudah pasti sangat tidak nyaman dilakukan.

- Bila ingin lebih relaks, cobalah ganjal kaki dengan bantal; dari tumit hingga betis dengan dua bantal, dan dari lutut hingga pangkal paha diganjal dengan 1 bantal. Tidur dengan posisi ini memungkinkan ibu hamil merasa lebih nyaman karena seluruh bagian kakinya memiliki penahan. Boleh juga mengganjal bagian belakang tubuh dengan bantal atau guling, sehingga ibu tidak balik telentang.

* Tak banyak minum sebelum tidur.

Agar ibu hamil tidak sering bolak-balik ke kamar mandi di waktu malam, sebaiknya tidak minum 2-3 jam sebelum tidur, juga jangan lupa untuk mengosongkan kandung kemih. Perbanyaklah minum di siang hari.

* Lakukan olah napas dan gerakan senam hamil.

Jika ibu merasa pegal-pegal atau tubuh terasa kaku, lakukan gerakan-gerakan ringan seperti yang disarankan dalam senam hamil, sehingga otot-otot menjadi relaks. Lakukan juga olah napas teratur. Cara-cara ini dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi ibu hamil dan berpengaruh terhadap kenyenyakan tidur.




2. PERUBAHAN HORMON

Biasanya di awal-awal kehamilan, ada ibu hamil yang mengalami mual-muntah, pusing, suhu tubuh sedikit naik, merasa kepanasan atau kedinginan, dan lainnya. Sebenarnya kondisi yang dialami tersebut adalah wajar.

CARA MENGATASI:

* Jaga asupan makanan yang bergizi.

Upayakan untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi. Kecukupan nutrisi membuat tubuh jadi bugar dan tidur pun tak jadi masalah. Kalau perlu, 2-3 jam menjelang tidur malam konsumsilah susu cokelat hangat yang menenangkan agar bisa tidur.

* Sikapi dengan santai dan happy.

Terima kehamilan sebagai anugerah. Jalani kehamilan dengan bersikap santai sehingga membuat pikiran jadi tenang dan perasaan jadi nyaman. Jika semua itu sudah bisa diterima baik, maka kehamilan akan berjalan apa adanya.
  3. KONDISI PSIKIS 
(Baca juga tentang : Ibu Hamil Sebaiknya Menjaga Kondisi Psikologisnya)

Jika dikaitkan dengan perubahan tubuh, penampilan ibu mungkin dirasa tak lagi sempurna. Dalam arti tidak seramping sebelumnya, karena perut membuncit dan pinggul melebar. Mungkin muncul kekhawatiran akan kehilangan perhatian dari pasangan.

Apalagi jika tak disertai dengan bekal pengetahuan mengenai kehamilan. Kekhawatiran lainnya biasanya muncul akibat kehamilan bermasalah, khawatir menjelang persalinan karena takut bayinya lahir cacat, takut membayangkan sakit saat bersalin, dan lainnya. Kekhawatiran ini akan membuat pikiran ibu hamil jadi terganggu dan akibatnya jadi sulit tidur.

CARA MENGATASI:

* Uraikan permasalahan satu per satu.

Jika ibu sulit tidur hendaknya dilihat kembali apa kemungkinan yang jadi penyebabnya, untuk kemudian diatasi.

* Berpikir positif.

Hilangkan pikiran-pikiran negatif. Usahakan bersikap santai, berpikir positif, dan mengerjakan segala sesuatu dengan menyenangkan serta happy. Berpikir bahwa kehamilan yang tengah dijalani ini akan berjalan lancar.

* Komunikasikan kekhawatiran yang ada.

Cari teman bicara sehingga perasaan dan pikiran menjadi tenang. Jika kehamilan terasa membebani seperti mengalami mual-muntah berlebih atau merasa depresi, maka bicaralah pada ahlinya, dokter ataupun psikolog agar masalahnya terselesaikan.

* Diperlukan dukungan dari pasangan.

Pasangan harus dapat memberikan rasa aman kepada istri. Tunjukkan sikap melindungi, penuh perhatian dan kasih sayang, serta tingkatkan komunikasi, sehingga ibu merasa aman dan tenang menjalani kehamilannya. Ketenangan ibu berpengaruh pula pada masalah tidurnya.

* Perbanyak informasi mengenai kehamilan.

Kehamilan merupakan suatu proses yang harus dijalani seorang wanita. Agar perasaan dan pikiran tenang maka pahami proses kehamilan tersebut, seperti tahu kapan merasakan gerakan janin, dan sebagainya. Caranya dengan banyak bertanya pada orangtua, teman atau kerabat yang sudah mengalami, serta mencari dari berbagai sumber lain seperti buku dan sebagainya.


* Dengarkan alunan musik yang lembut.

Bisa dilakukan saat-saat ibu sedang santai sambil membaca buku atau menjelang tidur malam. Alunan musik dapat memberi ketenangan dan membantu mengiringi ibu tidur.

 Setelah tahu akibat nya dan cara mengatasinya mudah2an saya bisa tidur lebih cepat, bagaimana dengan Anda?

1 komentar:

Ainiz Orif mengatakan...

makasih informasinya....soalnya bunda aku tidur kadang sering jam 2 pagi dan bangun jam 11 :P sekarang kehamilan memasuki 5 bulan makasih infoya

Poskan Komentar

 
© Copyright by Aktivitas dan Informasi untuk Ibu dan wanita  |  Template by Blogspot tutorial